Cara Menjual Foto di Shutterstock

  • 3 min read
  • Okt 30, 2020
cara menjual foto di shutterstock

Bagaimana cara menjual foto di Shutterstock? Pernahkah kalian bertanya dalam hati atau secara langsung kepada orang lain terkait hal itu?

Buat kamu yang suka jalan-jalan alias hobi tour and travel, sudah pasti sebagian memori smartphone atau harddisk dan SSD kamu penuh dengan file foto yang berisi momen-momen perjalanan dan liburan kamu, iya bukan?

Beberapa tahun ini, saya lebih sering mengumpulkan foto-foto liburan bersama teman saya Agus, dan demi mengabadikan momen-momen tersebut saya bahkan mencadangkan (backup) foto tersebut ke Google Photo. Rencana saya dari awal ialah ingin menjual hasil jepretan foto atau gambar tersebut di Shutterstock.

Apa itu Shutterstock?

Seperti yang saya kutip dari beberapa website terkenal, bahwa Shutterstock adalah sebuah microstock yang menjadi salah satu wadah untuk menampung karya ilmiah daripada para seniman.

Seniman yang saya maksud di sini adalah para pembuat animasi, vector, fotografer freelance dan juga orang-orang yang hobi foto meskipun enggan disebut fotografer.

Shutterstock ini juga sudah sangat terkenal sekali di kalangan para pebisnis online dan sudah mempunyai jangkauan pasar yang cukup luas.

Alhasil, bukan hal aneh lagi jika banyak sekali orang-orang yang membutuhkan sebuah gambar atau vector ataupun tema-tema foto tertentu melalui Shutterstock ini.

Bagaimana Cara Menjadi Kontributor di Shutterstock?

Beberapa tahun yang lalu menjadi kontributor di Shutterstock itu sangat sulit sekali, dikarenakan harus melewati beberapa proses seperti halnya mengupload contoh karya foto/vector terbaik (sample).

Yang lebih menyusahkan adalah calon kontributor juga dituntut untuk melakukan scan identitas yang diakui oleh dunia internasional, seperti halnya paspor.

Sedangkan untuk saat ini, mendaftar di Shutterstock itu sangat mudah sekali layaknya kamu membuat sebuah akun di Google, Facebook, Twitter, Pinterest, Instagram, WhatsApp, dan yang lainnya.

Sebagai syarat utamanya adalah kamu harus mempunyai sebuah email yang aktif, baik itu Gmail, Ymail, atau email perusahaan.

Buat kamu yang akan mendaftar di Shutterstock, silakan ikuti beberapa langkah-langkah mudah di bawah ini :

  1. Daftar langsung di situs web resmi kontributor Shutterstock, klik di sini!
  2. Masukkan data-data yang diminta pada form yang sudah tersedia. Gunakan data asli sesuai identitas kependudukan (KTP), agar nantinya mempermudah proses penarikan uang dari hasil karya yang terjual.
  3. Verifikasikan akun kamu melalui email yang dikirim oleh pihak Shutterstock.
  4. Selanjutnya, silakan kamu login dengan menggunakan email dan juga kata sandi (password) yang sebelumnya sudah kamu daftarkan.
  5. Kemudian kamu tinggal upload foto-foto koleksi terbaik kamu ke Shutterstock (foto yang diterima akan ada tulisan Approved, dan yang ditolak akan ditandai dengan info Rejected.).
  6. Selesai.

Bagaimana sangat mudah sekali bukan untuk menjadi seorang Kontributor di Shutterstock?

Foto Apa Saja Yang Bisa Dijual di Shutterstock?

Foto apapun bisa kamu upload di Shutterstock dengan syarat foto itu tidak melanggar syarat dan ketentuan yang dibuat oleh Shutterstock, salah satunya ialah minimal ukuran foto adalah 4 MP (Megapixel).

Begini, misalnya kamu memiliki sebuah foto dengan resolusi 2.000 x 2.400 piksel dengan ukuran 4.8 MP, yang berarti foto/gambar tersebut bisa diupload dan dijual di Shutterstock.

So, buat kamu yang berencana untuk menjual foto-foto karya fotografi kamu, usahakan settingan kamera kamu tidak boleh kurang dari 4 Megapixel, ya!

Oiya, buat kamu yang sedang berjualan online namun susah untuk closing penjualan, coba baca artikel contoh kalimat menawarkan produk yang menarik.

Kategori Foto Apa Saja Yang Bisa Dijual di Shutterstock?

Pertanyaan ini hampir sama dengan pertanyaan sebelumnya. Genre foto apapun bisa kamu upload dan jual di Shutterstock.

Kamu bisa mengunggah foto traveling dan touring kamu, kuliner, foto pintu, bangunan, alam, daun jendela, atau hal apa saja yang kamu temukan.

Namun, ada beberapa hal atau tips dari admin Mahatekno yang harus kamu perhatikan agar foto kamu bisa lolos penilaian dari tim kurasi Shutterstock, diantaranya ialah sebagai berikut ini :

  • Minimal ukuran atau resolusi foto adalah 4 MP (Megapiksel);
  • Foto berkualitas baik, alias tidak terjadi shake saat melakukan pemotretan;
  • Tidak terlalu terang/cerah;
  • Tidak terlalu gelap/redup;
  • Jika terlalu cerah atau terlalu redup, kamu bisa mengeditnya terlebih dahulu dengan menggunakan Lightroom, Photoshop, CorelDRAW, atau yang lainnya;
  • Apabila di foto kamu terdapat seorang talent atau model, silakan untuk melampirkan form model realease yang formatnya sudah disediakan oleh Shutterstock;
  • Isi deskripsi foto/gambar/vector kamu dengan bahasa Inggris. Pasalnya, banyak sekali foto yang ditolak oleh Kurator Shutterstock dengan alasan deskripsi tidak dimengerti.

Baik, admin rasa dengan kamu memperhatikan dan mengikuti beberapa tips-tips cara menjual foto di Shutterstock di atas, semua foto kamu akan dapat lolos dari penilaian para Kurator, dan kemudian ada orang yang membeli karya-karya ilmiah kamu tersebut.

Di masa pandemic (Covid-19) ini, kita dituntut untuk menjadi seseorang yang kreatif dan inovatif untuk mengumpulkan pundi-pundi rupiah, karena aktivitas bebas kita sekarang dibatasi demi mengurangi paparan virus corona.

Jangan berhenti untuk berkarya, terutama kalian semua yang masih mudah. Ingat, pemuda adalah tulang punggung sebuah negara!

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *