Apa Sih Arti Human Capital Itu?

  • 2 min read
  • Okt 31, 2020
human capital

Apa sih arti Human Capital itu? Keberadaan human resource atau sumber daya manusia (SDM) sangat penting sekali untuk menunjang aktivitas, operasional, dan pengelolaan perusahaan. Namun, hanya sedikit sekali perusahaan yang paham betapa pentingnya peranan sumber daya manusia, alhasil sangat mudah sekali untuk melakukan angkat-copot personil (pegawai) di dalam perusahaannya.

Bahkan banyak sekali pihak perusahaan yang memiliki sifat arogan yang berdalih bahwa mencari karyawan yang ahli dan profesional itu mudah, dikarenakan banyaknya orang yang memasukkan lamaran pekerjaan lengkap dengan curriculum vitae ke perusahaan sehingga mengabaikan hak-hak seorang karyawannya.

Di tengah perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan yang semakin canggih dan pesat, kini perusahaan lebih menyadari betapa pentingnya keberadaan seorang karwayan yang berkompeten di bidangnya untuk kemajuan bisnisnya. Ini era revolusi sumber daya manusia (human resource) yang merubah menjadi aset manusia yang kemudian dikenal dengan istilah human capital.

Pengertian Human Capital

Apa arti human capital? Human capital adalah sebuah pengetahuan, keterampilan, keahlian, inovasi, dan kreativitas yang berwujud dari kemampuan kerja seorang manusia yang bisa dipakai untuk menghasilkan layanan yang profesional dan nilai-nilai ekonomi.

Prinsip utama dari arti human capital adalah menjadi bagian daripada manajemen sumber daya manusia (SDM), hanya saja pengembangan dan pengelolaan manusia sebagai sumber daya akan lebih berfokus pada peningkatan keterampilan dan pengetahuan yang bisa mendukung aktivitas organisasi usaha atau perusahaan.

Intinya, human capital ini berhasil menempatkan sumber daya manusia di level yang lebih tinggi, bukan hanya sekedar dari sumber daya manusia.

Sebagai salah satu aset yang berharga, SDM ini bisa sebanding dengan portofolio investasi yang bisa dikembangkan dan digandakan berkali-kali lipat. Pasalnya, human capital ini tidak memandang SDM sebagai liabilitas ataupun biaya yang membebani keuangan perusahaan.

Munculnya konsep human capital dan perkembangannya yang pesat dipicu oleh pemanfaatan setiap karyawan (pegawai) semaksimal mungkin sebagai sumber daya manusia.

Yang artinya karyawan harus siap-siap untuk diperas oleh perusahaan, baik dalam segi pengetahuan, keterampilan, keahlian, dan juga kreativitasnya demi mengembangkan dan memajukan perusahaan tersebut.

Pasalnya, sebagai sumber daya (resource) karyawan akan mengalami penurunan yang signifikan produktivitasnya seiring dengan bertambahnya usia karyawan tersebut.

Bahkan, banyak sekali karyawan yang merasa sangat lelah dan jenuh dengan zona nyaman, sehingga kinerjanya akan menurun.

Sebelum habisnya sumber daya manusia (SDM) ini, perusahaan atau organisasi akan terus berusaha untu menciptakan dan menambah value demi mengembangkan sumber daya manusia tersebut.

Perusahaan atau instansi memanajemen karyawan dengan sedemikian rupa demi meningkatkan kinerjanya, sehingga bisa mendapat pencapaian yang lebih tinggi.

Manajemen yang saya maksud di sini misalnya adalah seperti menciptakan kecerdasan intelektual, interaksi, ataupun ketangkasan dalam berkomunikasi melalui pelatihan-pelatihan, pendidikan dan bimbingan teknis (bimtek) secara intensif yang bisa meningkatkan pengetahuan karyawan.

Nah, seiring berkembangnya kinerja dan juga pengetahuan karyawan, pihak perusahaan bisa memberikan sebuah reward agar bisa meningkatkan loyalitas terhadap karyawan.

Reward ini bisa berupa bonus tahunan, THR, tunjangan dan juga beberapa fasilitas lain yang tentunya tidak cuma bisa memotivasi karyawan saja, namun juga bisa memicu mindset dan kesadaran karyawan untuk tetap bertahan di perusahaan.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *