Marketing Mix 4P (Product, Price, Place and Promotion) Apa Artinya?

  • 5 min read
  • Sep 04, 2020
marketing mix 4p

Dalam menjalankan kegiatan pemasaran, perusahaan bisa menggunakan strategi marketing mix 4p yang terdiri dari 4 (empat) variabel.

Kombinasi dari variabel yang berjumlah 4 ini sering dinamai dengan istilah bauran pemasaran alias marketing mix 4ps, variabel tersebut antara lain ialah product, price, place, dan juga promotion.

Nggak perlu bingung dulu, karena pada kesempatan ini Mahatekno akan memaparkan arti dari istilah tersebut berikut pengertian dari empat variabel yang sudah saya sebutkan baru saja.

Apa itu Marketing Mix 4P?

Marketing Mix 4P adalah salah satu istilah yang pertama kali diperkenalkan oleh Neil Borden pada tahun 1964 yang merasa terinspirasi dari sebuah gagasan yang diciptakan oleh James Cullington (1948).

Gagasan James tersebut menyatakan bahwa seorang eksekutif di bidang bisnis sangat berperan sebagai “Mixer of ingredients“. Sedangkan Neil Borden menyusun kembali daftar elemen bauran pemasaran ini menjadi 12 aspek.

Akan tetapi, 12 aspek tersebut kemudian dibuat menjadi sangat sederhana dan dipopulerkan oleh seorang pebisnis yang bernama Jerome McCarthy menjadi 4 aspek pokok, yakni Product (produk), Price (harga), Place (tempat), dan Promotion (promosi), yang dimana sekarang terkenal dengan istilah 4P.

Saran dan juga kritik terhadap istilah 4P ini mampu mendorong sebagian besar pakar marketing untuk mengemukakan model dari bauran pemasaran terbaru, salah satunya 7P Service Marketing Mix yang dikemukakan oleh Booms dan Bitner pada tahun 1981, juga bauran pemasaran Holistic Marketing oleh Kotler dan Keller di tahun 2006.

Sampai sekarang ini, model bauran pemasaran 4P (4 P Marketing) masih saja populer dan sudah menjadi salah satu kunci utama bagia sebagian besar literatur marketing.

Seorang manager pemasaran (marketing manager) akan memulai melakukan pendekatan tergantung pada industri dan juga target dari rencana pemasaran perusahaan tersebut.

Menurut Philip Kotler dan Armstrong: “Marketing mix atau bauran pemasaran adalah sebuah alat pemasaran yang sangat taktis yang bisa dikendalikan. Produk, harga, tempat distribusi, dan promosi yang dipadukan oleh suatu perusahaan untuk mendapatkan hasil respon sesuai keinginan dalam target pasar.

“Marketing mix (bahasa Indonesia: bauran pemasaran) adalah sebuah strategi yang menggabungkan beberapa kegiatan marketing sekaligus, tujuannya agar bisa menciptakan sebuah kombinasi maksimal, sehingga bisa membuahkan hasil yang sangat memuaskan” ー Alma (2005).

Sumarni dan juga Soeprihanto menjelaskan juga bahwa “Marketing mix 4p adalah sebuah kombinasi dari kegiatan alias variabel yang merupakan inti daripada sistem pemasaran, diantaranya produk, harga, tempat, dan juga promosi.

Jika kita sederhanakan, marketing mix adalah kumpulan dari beberapa variabel yang bisa dipakai oleh suatu perusahaan guna mendapatkan pengaruh terhadap tanggapan dari konsumen.

Product (Produk)

marketing mix

Produk adalah salah satu elemen yang sangat penting dalam menunjang suatu program marketing. Strategi pemasaran produk bisa mempengaruhi strategi marketing yang lainnya.

Konsumen melakukan pembelian terhadap produk yang kita jual bukan cuma sekedar untuk memiliki produk tersebut saja, namun juga untuk memenuhi keinginan dan mencukupi kebutuhan dari si konsumen tersebut.

Menurut pakar pemasaran Philip Kotler, produk adalah hal apa saja uang bisa ditawarkan, dimiliki, dikonsumsi, ataupun digunakan sehingga bisa memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen, di dalamnya sudah termasuk fisik, jasa, orang (individu atau organisasi), tempat organisasi, dan juga gagasan.

Menurut Basu Swatha, pengertian produk adalah suatu sifat yang kompleks, entah itu bisa diraba (memiliki bungkus, misalnya), warna, harga dan juga persentase perusahaan, serta pengecer. Pelayanan terhadap perusahaan dan pengecer yang diterima oleh konsumen (pembeli) bertujuan untuk mencukupi semua kebutuhan dan keinginan dari konsumen tersebut.

Menurut Djaslim Saladin, definiasi produk adalah sesuatu apa saja yang bisa membuat konsumen puas dan bisa mencukupi keinginan dan kebutuhannya, baik itu ada wujudnya atau tidak (barang atau jasa).

Sedangkan menurut William J. Stanton, produk memiliki definisi sebagai sejumlah atribut yang bersifata nyata (barang) ataupun tidak nyata (jasa) yang di dalamnya mencakup warna, kemasan, harga, prestise, pengecer dan juga pelayanan langsung dari pabrik yang munkin akan diterima oleh pembeli sebagai suatu hal yang bisa memuaskan keinginan dan kebutuhannya.

Price (Harga)

4 p marketing

Menurut Kotler & Armstrong (2001), definisi harga adalah sejumlah uang yang digunakan untuk membeli, membayar, atau menukar suatu produk (barang fisik atau jasa), atau bisa juga diartikan sebagai jumlah nilai yang dibebankan kepada konsumen untuk bisa mendapatkan benefit dari produk itu sendiri.

Menurut Philip Kotler, pengertian harga adalah jumlah nilai uang yang harus dibayarkan oleh konsumen untuk mendapatkan produk atau jasa. Detailnya, harga adalah sejumlah nilai yang harus dibayar oleh konsumen (pembeli) guna bisa mendapatkan atau memiliki keuntungan (manfaat) dari suatu produk barang fisik maupun jasa.

Sedangkan menurut Imamum Arifin, pengertian dari harga adalah sebuah kompensasi yang harus dibayarkan oleh pihak pembeli demi mendapatkan produk atau jasa yang dijual oleh seller.

Harga alias Price adalah salah satu unsur marketing mix kedua yang terbukti paling fleksibel. Harga bisa diubah-ubah dengan cepat, berbeda halnya dengan tampilan produk atau kemasan ataupun perjanjian distribusi yang harus melewati beberapa tahapan proses jika ingin mengubahnya.

Dalam konsep teori ekonomi, definisi harga, value (nilai), dan juga utility merupakan salah satu konsep yang ternyata saling berhubungan satu sama lain.

Value (nilai) adalah salah satu produk yang bisa ditukarkan dengan produk yang lainnya. Value ini bisa dilihat dari situasi barter, namun sekarang sudah memakai uang sebagai suatu alat ukur suatu harga.

Alhasil, price (harga) adalah nilai tukar suatu barang atau jasa yang dinyatakan dengan sejumlah uang.

Sedangkan yang dimaksud dengan istilah utility adalah atribut yang sangat melekat di suatu produk atau barang, yang memungkinkan produk tersebut bisa memenuhi standar kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan juga memuaskan (satisfaction).

Place (Tempat)

place marketing mix

Tempat yang dimaksud dalam marketing mix dikenal juga dengan istilah saluran distribusi, yakni saluran dimana produk itu bisa tersampaikan kepada para konsumen.

Menurut Sumarni dan Soeprihanto, pengertian saluran distribusi adalah saluran yang dipergunakan oleh perusahaan tepatnya produsen untuk menyalurkan produk tersebut ke konsumen atau ke industri pemakai.

Sedangkan Kotler sendiri mengatakan kalau saluran distribusi itu terdiri dari sebuah perangkat lembaga atau organisasi yang melakukan segala fungsi aktivitas untuk menyalurkan produk dari produsen ke para konsumen.

Oleh sebab itulah, managemen harus bisa memilih dan menentukan saluran distribusi yang bagus dengan cara memperhatikan beberapa kemungkinan yang akan terjadi di lingkungan tempat penjualan itu dilakukan.

Lokasi sendiri adalah lokasi dimana konsumen akan dilayani, atau bisa diterjemahkan sebagai lokasi tempat dimana barang-barang yang akan dijual itu dipajang.

Calon pembeli bisa melihat dan meraba secara langsung terhadap barang-barang yang dijual atau diproduksi, baik itu dari segi jenis, jumlah, atau harganya.

Promotion (Promosi)

promotion mix

Menurut Philip Kotler, pengertian promosi adalah bagian dari proses strategi pemasaran yang berfungsi sebagai langkah untuk berkomunikasi dengan pasar dengan memakai komposisi dari bauran promosi (promotion mix).

Menurut William J. Stanton, promosi adalah suatu kegiatan guna memberikan informasi selengkap mungkin kepada calon pembeli, memengaruhi mindset, dan juga memberikan himbauan kepada khalayak ramai.

Sedangkan menurut Basu Swatha, definisi promosi adalah suatu arus informasi yang persuasi satu arah yang dibuat dengan tujuan untuk mengarahkan individu atau suatu organisasi guna menciptakan sebuah pertukaran (closing penjualan) dalam proses pemasaran.

Promosi sendiri merupakan salah satu dari sekian jenis komunikasi yang paling banyak digunakan oleh pemasar atau marketer.

Sebagai salah satu atribut paling penting dalam promotion mix (bauran promosi), promosi penjualan adalah satu elemen yang paling penting pada kegiatan promosi poduk ini.

Definisi promosi penjualan menurut American Marketing Association (AMA), yang dicatat dari buka Sutisna ialah sebagai berikut:

“Sales promotion is media and non media marketing pressure applied for a predetermined, limited period of time in order to stimulate trial, increase consumer demand, or improve product quality.” ー AMA.

Dari sebuah definisi di atas bisa diartikan bahwa, promosi adalah sebuah upaya marketing yang bisa bersifat media atau non-media untuk merangsang ketertarikan dari konsumen, meningkatkan kapasitas permintaan pasar, dan juga untuk memperbaki produk dari segi kualitas.

Kesimpulan mengenai Marketing Mix 4P

Berdasarkan teori-teori yang sudah saya paparkan di atas, maka bisa kita simpulkan bahwa marketing mix 4p (bauran pemasaran) adalah sejumlah komponen, elemen, atau atribut pemasaran yang terdiri dari 4p: product, price, place, dan juga promotion yang mana keempat komponen ini saling terkait satu sama lain dengan tujuan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan konsumen, dan juga mencapai tujuan utama perusahaan.

Mungkin kamu tertarik untuk membaca artikel berikut:

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *