Muhamad Ilyas: Jika Fakta Tidak Sesuai Dengan Teori, Ganti Faktanya!

  • 3 min read
  • Jul 18, 2020
muhamad ilyas

Nama saya Muhamad Ilyas, lahir di Cianjur, 06 April 1999. Saya anak kelima (bungsu) dari lima bersaudara, buah hati dari pasangan Abah Enoh dan Umi Nurhayati.

Ilyas adalah nama panggilan serta sapaan akrab saya. Terlahir dari keluarga yang sederhana, ayah dan ibu saya seorang petani. Kedua orang tua saya ini selalu menasehati agar saya rajin belajar, beribadah, tekun dan teliti dalam bekerja, bersikap jujur serta berlaku baik kepada sesama.

Pada saat berumur 7 tahun, saya memulai bersekolah di Madrasah Ibtida’iyah (MI) Islamiyyah, Campaka.

Ketika menginjak kelas 5, saya mengikuti Pekan Olahraga dan Seni (PORSENI) se-Kabupaten Cianjur di kategori perlombaan Catur, dan berhasil  menjadi juara 2 dalam perlombaan tersebut.

Saya sangat gembira dan sangat bangga ketika nama Muhamad Ilyas dipanggil untuk naik ke atas panggung untuk diberikan Piala + Piagam Penghargaan, dan hari itu selalu saya ingat terus ketika melihat saya atau orang lain sedang bermain catur, bahkan ketika melihat bak catur pun saya langsung ingat momen tersebut.

Tahun 2012, saya lulus dari MI Islamiyah dengan nilai ujian tertinggi. Alhamdulillah, semasa sekolah di MI, saya mendapat rangking 1 dari kelas I sampai kelas VI.

Oiya, guru-guru saya semasa di MI Islamiyah, antara lain:

  1. Ibu Iin Kuraesin;
  2. Bapak Iing Supriatna;
  3. Ibu Fika;
  4. Ibu Eneng;
  5. Bapak Yogi Muharam;
  6. Bapak Yudi Hermawan;
  7. Ibu Romjanah (alm.).

Setelah lulus, guru-guru saya di MI menyuruh saya untuk melanjutkan sekolah ke SMP atau ke MTS. Namun, saya lebih memilih untuk mendalami ilmu agama saya di Pondok Pesantren.

Saya ucapkan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya untuk semua guru atau wali kelas saya semasa di MI, semoga selalu sehat, dipanjangkan umurnya, dan ada dalam lindungan Allah Ajja Wazala, serta selalu ada dalam rahmat dan ridho-Nya, amiiin.

Tepat di bulan Desember 2012, saya langsung masuk ke sebuah Pondok Pesantren Salafiyah Alimi Simpang, untuk memulai belajar ilmu agama, baik itu ilmu fikih, shorof, nahwu, manthiq, dan yang lainnya.

Di pondok, saya hanya menjadi “Santri Kalong“. Kamu tahu apa itu istilah santri kalong?

Santri Kalong adalah santri yang ikut ngaji (baik Al-Qur’an atau Kitab Kuning) hanya di malam hari saja, sedangkan siang menjalani aktivitas sehari-hari. Intinya, berangkat sore pulang pagi.

Waktu itu saya sedang fokus memelihara domba, jadi tidak mungkin kalau harus mukim di pondok, terus kasihan juga orang tua saya harus mengirim uang atau beras ke pondok.

Jadi, pemikiran saya kalau ngalong mungkin akan sedikit meringankan beban orang tua lah + saya bisa dapat uang juga dari hasil penjualan domba, hehe.

Tahun 2013, saya mulai tertarik untuk menjadi seorang Blogger. Saya kemudian otodidak mencari informasi mengenai apa itu blog? bagaimana cara ngeblog? bagaimana cara mendapat uang dan penghasilan dari blog? dan pokoknya semua informasi tentang blogging.

Bayangkan, saya ngeblog hanya menggunakan HP Nokia ExpressMusic saja. Boro-boro laptop atau komputer, beli HP jadul saja hasil menjual domba, haduh.

Saya terus menerus otodidak untuk mendalami ilmu blogging dan juga coding HTML, selama berbulan-bulan bahkan tahun TANPA MENDAPAT PENGHASILAN!

Pada akhirnya, saya mendapat teori bahwa “Ngeblog itu harus menerapkan ilmu SEO (Search Engine Optimization), tujuannnya agar artikel yang kita tulis bisa berada di halaman #1 mesin pencari (Google, Yahoo, Bing, dll,)“.

Singkat cerita saya berhasil menerapkan, meskipun tidak sepenuhnya saya pahami.  Pada tahun 2015, saya baru bisa mendapatkan penghasilan dari PT. Alibaba Groups.

Di sini, saya bekerja sebagai Publisher, yang memprosikan dan mengiklankan aplikasi yang berlogo tupai alias UC Browser. Sistem pembayarannya, saya dibayar kurang lebih $0,25 sampai $0,4 atau setara Rp3.000 hingga Rp5.000 untuk setiap orang yang mengunduh dan menginstall aplikasi tersebut.

Untuk tahun 2015 sampai dengan 2016, saya berhasil meraup penghasilan kurang lebih Rp 20.000.000,- dari UC Browser.

Namun, sayangnya setelah UC Browser terkenal dan sudah memiliki banyak pengguna, bayarannya diturunkan, dan saya lebih memilih berhenti.

Kemudian saya mencoba bergabung perusahaan periklanan digital Popcash, dan di sini saya hanya mendapat penghasilan sekitar $500 (atau setara 6 jutaan) selama hampir 1 tahun :(.

Akhir tahun 2016 hingga 2017, hampir semua blog dan website saya mengalami penurunan pengunjung dan pada akhirnya mendapat penalti dari Google atau istilahnya Deindex, yang mengakibatkan penghasilan menjadi drop total.

Berhubung tangan saya pegal-pegal, cerita tentang perjalanan “Muhamad Ilyas” dilanjut hari esok saja ya 😀 ….

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *