program kemkominfo
Content Placement

5 Program Kemkominfo Prioritas 2021 Untuk Percepat Digitalisasi Nasional

Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemkominfo RI) baru-baru ini mengumumkan atas persiapannya terhadap 5 (lima) program kemkominfo yang diprioritaskan kementerian tersebut tahun 2021 ini.

Hal ini sangat bertujuan untuk proses percepatan transformasi digital di tanah air, sehingga bisa mampu mendorong masyarakat Indonesia menjadi masyarakat digital yang tidak gagap teknologi (Gaptek).

Menteri Komunikasi dan Informatika Indonesia, Johnny G Plate mengatakan: bahwa untuk mempercepat proses Digitalisasi Nasional, Kominfo setidaknya membutuhkan budget anggaran sebesar Rp22,57 triliun rupiah, yang mana akan terdapat kekurangan sebesar Rp16,82 triliun guna membiayai anggaran kebutuhan inisiatif baru.

Apa saja lima program kemkominfo yang dimaksud oleh pak menteri Johnny G Plate tersebut? Berikut ini diantaranya:

  1. Penyediaan Sarana dan Prasarana Infrastruktur Teknologi Informasi dan Komunikasi (Infrastruktur TIK).
  2. Pengelolaan Spektrum Frekuensi.
  3. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).
  4. Penataan dan Pengelolaan Pos & Informatika.
  5. Komunikasi Publik.

Pak Johnny juga menyebutkan anggaran tersebut akan direalisasikan untuk kebutuhan percepatan digitalisasi nasional karena memang adanya penyesuaian belanja kementerian dan juga lembaga di tahun anggaran 2020 lalu.Menurut pak Johnny G Plate, pandemi virus corona (covid-19) ini juga mendorong percepatan transformasi digital di Indonesia.

Menkominfo juga mengungkapkan kalau untuk mendukung program percepatan transformasi digital ini memerlukan upaya optimalisasi pada layanan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bagi publik dan juga akselerasi kebijakan-kebijakan digitalisasi nasional.

Baca Juga: 20+ Contoh CV (Curriculum Vitae) Daftar Riwayat Hidup Baik dan Benar
Oleh sebab itu, Kominfo juga mengusulkan adanya anggaran tambahan (ABT) Rupiah Murni dengan nominal Rp2,33 triliun rupiah yang akan dialokasikan untuk percepatan infrastruktur, seperti akses internet untuk wilayah non-komersial dan juga Base Transceiver Station (BTS).

Bukan hanya itu saja, anggaran tambahan tersebut juga akan dialokasikan untuk persiapan pusat data nasional sebagai salah satu langkah percepatan digitalisasi nasional, serta operasional layanan publik.

Pak Johnny juga menyebutkan bahwa dari total 83.218 desa/kelurahan di Indonesia, hanya sekitar 70.670 desa/kelurahan saja yang sudah terjangkau dengan layanan 4G LTE. Jadi, masih ada sekitar 12.548 desa/kelurahan di Indonesia yang belum bisa menikmati jaringan 4G.

Menkominfo juga menyebutkan bahwa ada sekitar 9.113 desa/kelurahan di daerah 3T (singkatan dari: tertinggal, terdepan, dan terluar), serta masih ada 3.435 desa dan kelurahan yang non-3T.

Menkominfo, Johnny G Plate juga menyebut bahwa untuk membangun layanan akses jaringan operator seluler 4G LTE di 9.113 desa/kelurahan di daerah 3T tersebut akan finish sampai tahun 2022 oleh BAKTI. Sedangkan 3.435 desa dan kelurahan yang berada di wilayah non-3T tetap diusulkan untuk dibangun layanan operator seluler.

Baca Juga: 10+ Usaha Kecil Menengah Serta Contohnya yang Bisa Kamu Terapkan
Beliau juga menjelaskan bahwa jumlah total pengguna aplikasi PeduliLindungi saat ini sudah mencapai 4 juta lebih atau sekitar 5% (lima persen) dari total keseluruhan pengguna smartphone di Indonesia.

Sedangkan aplikasi PeduliLindungi ini mempunyai target pengguna sebanyak 25% dari total keseluruhan pengguna smartphone (android & Ios) di Indonesia yang berjumlah ± 78.000.000 pengguna.

Posted by
Fajar Muhsy

Seorang Blogger dan Internet Marketer. Suka menulis informasi terbaru seputar bisnis dan perkembangan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *