Pengertian Retailer dan Contoh Perusahaan Retail di Indonesia

  • 11 min read
  • Okt 08, 2020
retailer

Retail atau Retailer adalah salah satu aktivitas yang mana fungsinya menambah nilai produk baik barang atau jasa demi memenuhi kebutuhan konsumen, entah itu kebutuhan pribadi ataupun keluarga.

Banyak orang yang beranggapan kalau toko semacam Alfamart, Indomart, Toserba Selamat, Alfamidi adalah retail yang sesungguhnya, kamu termasuk salah satunya?

Perlu kamu ketahui, kalau ternyata bisnis retail itu sangat menarik sekali karena kamu dituntut untuk mempunyai ketelitian. Kamu mungkin pernah mendengar istilah “Retail is detail”, slogan ini memiliki arti kalau seseorang yang ingin berkecimpung ke dunia bisnis retail ini harus memiliki jiwa kreatif, inovatif, kerja keras dan kerja pintar, serta selalu memperhatikan detail dari setiap aktivitas yang dijalaninya.

Pengertian Retailer

retailer adalah

Agar kamu bisa memahami lebih mendalam mengenai bisnis retail, maka tim Mahatekno akan mencoba merangkum beberapa definisi retailer menurut para ahli dibidangnya, berikut diantaranya:

Definisi retail adalah serangkaian kegiatan atau aktivitas bisnis dalam menambah nilai guna produk (barang atau jasa) yang dijual secara langsung kepada konsumen, baik keluarga atupun pribadi.

Retailer adalah penjual eceran dengan lingkup seluruh kegiatan atau aktivitas yang melibatkan penjualan barang atau jasa kepada konsumen akhir untuk nantinya dipergunakan syang bersifat pribadi (bukan bisnis).

Pengertian ritel atau retailer adalah aktivitas bisnis atau usaha yang secara langsung dengan fokus pemasarannya guna bisa memuaskan konsumen akhir itu, dengan berdasarkan struktur organisasi penjualan produk (barang/jasa) sebagai  tujuan utama dari distribusinya.

Retail adalah suatu kegiatan usaha atau bisnis yang berusaha untuk memasarkan produk, baik barang ataupun jasa kepada konsumen tingkat akhir yang menggunakan produk tersebut untuk kebutuhan atau keperluan pribadi atau keluarga rumah tangga.

Fungsi Bisnis Retail (Retailer)

Berikut di bawah ini adalah fungsi dan tujuan dari perusahaan retailer atau ritel, diantaranya:

  1. Membeli dan menimbun stok barang, yaitu membeli barang dari produsen dengan skala yang besar kemudian menyimpan barang tersebut.
  2. Menjual barang kepada konsumen tingkat akhir. Seperti yang sudah kita bahas sebelumnya, kalau target pasar retailer adalah konsumen akhir (yang akan langsung menggunakan atau mengonsumsi barang atau jasa tersebut).
  3. Memberikan informasi yang detail mengenai sifat dasar, manfaat, dan cara penggunaan barang yang dijual. Ingat, retailer ini akan secara langsung berhubungan dengan konsumen akhir, jadi semua informasi tentang produk yang dijual harus disampaikan dengan detail dan jelas kepada calon pembeli (konsumen).
  4. Mempermudah konsumen dalam hal membeli barang, karena pada dasarnya perusahaan ritel beroperasi di lokasi atau daerah yang mudah untuk dijangkau oleh masyarakat.
  5. Memudahkan calon konsumn untuk memilih jenis-jenis produk yang dibutuhkan, karena retailer (pengecer) akan menyediakan berbagai macam produk untuk dijual secara eceran.
  6. Mengubah kemasan produk menjadi lebih menarik, atau yang sering kita kenal dengan istilah repack atau re-packaging.
  7. Memberikan sebuah layanan purna jual terhadap produk tertentu, dan juga ikut serta dalam menangani segala bentuk keluhan dari konsumen.
  8. Bahkan dalam situasi tertentu, pihak retailer ini bisa memberikan sewa atau kredit kepada konsumen atau pelanggan, sehingga pembayaran tersebut bisa dilakukan dengan lebih gampang.

Jenis-Jenis Retail dan Retailer

Ada berbagai macam jenis atau klasifikasi dari bisnis ritel ini, sehingga mimin akan menguraikannya menjadi beberapa kelompok. Yuk, simak penjelasannya berikut ini:

Berdasarkan Kepemilikan

Jenis retailer berdasarkan kepemilikan itu dibagi menjadi 3 (tiga) bagian, diantaranya:

1. Independent Retail Firm

Independent Retail Firm adalah seorang pengecer yang menjalankan bisnis atau usahanya secara individual atau independen (tanpa affiliate atau gabungan).

Contohnya seperti warung-warung, toko sembako, warung kopi, warteg, pasar inpres, dan ruko, serta yang lainnya.

2. Franchising atau Waralaba

Franchising adalah salah satu sistem pemasaran dimana sebuah perusahaan warabala (franchisor) akan memberikan hak-haknya kepada penerima warabala (franchisee) dalam menjalankan sistem bisnis atau usaha dengan cara yang sudah ditentukan dan disetujui sebelumnya.

Contoh bisnis retail dengan kategori warabala atau franchisee adalah Alfamart, Alfamidi, Indomart, Toserba Selamat, dan yang lainnya.

3. Corporate Chain

Sedangkan Corporate Chain adalah sebuah kelompok usaha yang saling berhubungan satu sama lain dalam hal manajemen, dan juga dimiliki oleh beberapa orang yang sering kita kenal dengan nama pemegang saham.

Contohnya sangat banyak sekali, misalnya Spacialty Store, Pasar Swalayan, Superstore, Departement Store, Badan Usaha Milik Desa (BUMDES atau BUMDesa) dan yang lainnya.

Berdasarkan Produk Yang Dijual

Sedangkan retail yang berdasarkan produk yang dijual itu juga terbagi menjadi 3 (tiga) kelompok, yang masing-masing kelompoknya juga masih ada pembagian jenis lagi, berikut simak penjelasannya:

1. Product Retailing

Untuk product retailing juga terbagi menjadi 3 bagian, diantaranya yaitu:

1.1 Department Store

Department Store adalah sebuah perusahaan retailer (pengecer) yang mempunyai karyawan/karyawati alias pegawai paling sedikitnya 25 orang. Serta 20% dari produk yang dijualnya adalah alat-alat rumah tangga (peralatan dapur, dll.) dan juga pakaian.

1.2 Specialty Store

Specialty Store adalah perusahaan ritel atau pengecer yang hanya fokus untuk menjual produk tertentu saja dalam satu jenis (niche), contohnya toko mainan anak-anak, toko distro baju, toko komputer, laptop, toko sepatu, toko sandal, dan lain sebagainya.

1.3 Catalog Showroom

Catalog Showroom adalah pengusaha eceran yang menjual merk produk lokal dengan harga yang sangat terjangkau, area atau lokasi pembelanjaannya juga terbilang cukup kecil serta berdekatan sekali dengan tempat-tempat pajangan eceran lainnya.

1.4 Food and Drug Retailer

Terakhir, Food and Drug Retailer adalah pedagang eceran yang menjual berbagai macam produk makanan dan minuman serta obat-obatan dengan skala yang besar, namun dibanderol dengan harga yang terjangkau alias murah meriah.

2. Service Retailing

Sedangkan untuk jenis service retailing juga dikelompokkan menjadi 3 bagian, diantaranya:

2.1 Rented Goods Service

Rented Goods Service adalah penjual eceran (retailer) yang menyewakan berbagai macam produk kepada konsumen, namun status kepemilikan produk tersebut masih ada di tangan retailer itu sendiri.

Ya, contohnya seperti penyewaan mobil, motor, apartemen, penginapan, hotel, carpet cleaner, dan yang lainnya.

2.2 Owned Goods Service

Owned Good Services adalah perusahaan pengecer yang mana mereka menjual jasa perbaikan (reparasi) atau perawatan terhadap barang-barang tertentu.

Untuk contohnya sendiri, yakni seperti jasa service hp android, servis motor, mobil, laptop, komputer (PC), notebook/netbook, mesin cuci, steam motor atau mobil, perawatan taman, serta contoh-contoh yang lainnya.

2.3 Non Goods Service

Non-Goods Service adalah penjual eceran yang menjual jasa personal yang sifatnya intangible (tidak memiliki bentuk fisik produk), misalnya seperti driver (sopir), baby sitter, asisten rumah tangga, tour guide, dan sebagainya.

3. Non Store Retailing

Jenis retailer berdasarkan produk yang dijual ketiga adalah Non Store Retailing yang terbagi menjadi 5 (lima) bagian, antara lain ialah sebagai berikut:

3.1 Telephone & Media Retailer

Yang pertama ini adalah usaha ritel yang memanfaatkan kontak lewat telepon alias telemarketing dan juga media periklanan seperti halnya surat kabar, iklan televisi, iklan media cetak, dan juga iklan persuasif yang bisa memberikan informasi kepada calon konsumen sekaligus merayu dan membujuknya.

3.2 Mail Order

Mail order adalah retailer yang memasarkan produk-produk yang dijualnya melalui surat menyurat (pos surat).

Oiya, buat kamu yang sedang mencari kata-kata yang cocok untuk memasarkan produk kamu, coba deh baca artikel kami yang berjudul: contoh kalimat menawarkan produk yang menarik.

3.3 Vending Machines

Vending Machines adalah salah satu alat yang diguanakan pengecer untuk menjual produknya. Misalnya seperti mesin pom mini yang ada di pinggir jalan, mesin penjual minuman yang ada di pasar modern (swalayan), kantor, hotel, dan yang lainnya.

3.4 Electronic Shopping

Electronic Shopping adalah salah satu bisnis yang mana penjualan produknya dilakukan oleh pengecer secara online dengan menggunakan alat-alat elektronik seperti Televisi (TV), Komputer, Radio, Smartphone dan juga jaringan internet.

Mau mencoba beriklan di media elektronik? Coba deh kamu baca dulu artikel tentang contoh iklan elektronik.

3.5 Direct Selling

Direct Selling adalah salah satu metode penjualan produk yang dilakukan secara langsung kepada calon konsumen atau pembeli oleh si pengecer.

Berdasarkan Lokasi

Jenis bisnis retail atau retailer berdasarkan lokasi  ini dibagi menjadi 3 bagian juga, yakni:

1. Strip Development

Mal strip adalah sebuah lahan komersil yang terus dikembangkan sehingga semua orang bisa mempunyai akses secara langsung ke jalan dan juga area parkir.

merupakan lahan komersial yang dikembangkan sehingga seluruh orang itu memiliki akses langsung ke jalan serta area parkir.

2. Downtown Central Business Districts

Yang tidak lain adalah sebuah pusat bisnis dan komersial yang terletak di suatu kota. Di beberapa kota besar seperti Jakarta, Tangerang, Bandung, Karawang, Bekasi, kawasan tersebut sering kali dinamai dengan distrik keuangan atau juga identik dengan sebutan “kawasan finansial” di kota besar tersebut.

3. Shopping Center

Shopping Center adalah salah satu area khusus yang fungsinya sebagai pusat perdagangan baik grosir atau eceran yang mana lokasinya digabung dalam satu kompleks atau satu bangunan.

Berdasarkan Strategi Penetapan Harga

Masing-masing retailer menawarkan dan menjual produk-produknya dengan harga yang berbeda-beda, mulai dari harga yang murah meriah sampai kelas eksklusif dengan harga jual termahal sekalipun.

Bahkan, untuk satu barang atau produk dengan merk dan kualitas yang sama pun bisa saja ditawarkan dengan harga yang beragam.

Beberapa perusahaan pengecer alias eceran besar yang menawarkan produk-produknya dengan harga yang terbilang mahal, namun diikuti dengan layanan alias service yang cukup menarik.

Nah, cara pemasaran seperti ini sudah dilakukan oleh retailer Specialty Store dan juga Departement Store.

Akan tetapi, ada juga pengecer yang lebih memilih untuk menawarkan produk yang kualitasnya sama dengan harga yang lebih terjangkau (murah).

Biasanya yang menggunakan strategi pemasaran seperti ini ialah Discount Store, yang mana mereka menjual barang-barang atau peralatan rumah tangga dengan harga diskon (potongan harga).

Gambaran Umum Bisnis Retailer di Indonesia

Perlu kamu ingat, baha retailer tidak melulu menjual atau menyediakan produk kebutuhan sehari-hari layaknya Alfamart, Alfamidi ataupun Indoemart.

Contohnya seperti perusahaan Mc Donald (McD), KFC, CFC, Pizza Hut yang merupakan salah satu contoh perusahaan ritel makanan yang sukses.

Kamu jualan makanan secara online di media sosial? Coba kamu baca juga artikel kami yang berjudul kata kata promosi makanan di Instagram.

Atau untuk bisnis retail pada bidang jasa ada JNE, J&T Express, Sicepat, Ninja Express, TIKI, Air Asia, KAI, Prudential, Pos Indonesia, dan yang lainnya.

Dalam usaha ritel itu ada proses atau tahapan-tahapan yang biasa dilakukan oleh beberapa perusahaan basis corporate atau badan usaha sebelum produk tersebut dijual langsung kepada konsumen, dan aktivitas semacam ini dalam dunia marketing dinamai dengan istilah Supply chain.

Badan usaha atau perusahaan yang saya maksudkan di sini adalah  Produsen (pabrik) → Distributor (suplier) → Retailer (pengecer) → Konsumen akhir.

Memang jika kita lihat secara teknis alurnya akan berjalan secara vertikal, akan tetapi seiring berkembangnya teknologi dan jaman sistem ini terkadang terus mengalami perubahan ke arah yang lebih modern.

Produsen (Pabrik)

Produsen atau pabrik adalah badan usaha yang memproduksi barang dari bahan-bahan mentah ataupun bahan setengah jadi menjadi bahan jadi.

Secara umum, produsen ini akan membutuhkan jasa pihak ketiga atau yang sering kita kenal dengan Distributor, Suplier, atau Retailer untuk menjual barang hasil dari produksinya kepada calon konsumen atau pembeli.

Akan tetapi ada juga produsen yang menjual produknya kepada konsumen secara langsung, dengan alasan untuk memangkas biaya pengeluaran dan untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar.

Kamu tahu salah satu perusahaan yang menjual produk hasil produksinya secara langsung kepada konsumen? Ya, Apple dan Nike adalah salah satunya. Kondisi seperti inilah yang dikenal dengan nama Vertical Integration.

Distirbutor (Supplier)

Distributor atau supplier adalah pihak yang bertugas untuk menyalurkan produk-produk dari pabrik (produsen) kepada pengecer (retailer) atau bisa juga langsung ke konsumen tingkat akhir.

Pihak distributor ini biasanya hanya akan melayani pengiriman dengan skala yang besar guna memangkas biaya pengiriman (transportasi). Salah satu contoh distributor di Indonesia adalah Enseval (Kalbe).

Retailer (Pengecer)

Retailer adalah badan usaha atau perseorangan yang mendistribusikan produk (barang/jasa) kepada pembeli atau konsumen secara eceran. Karena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Retail itu bisa diterjemahkan sebagai penjual eceran.

Retailer atau pengecer ini mempunyai peranan yang sangat penting sekali, baik dalam hal distribusi produk ataupun mempromosikan barang/jasa tertentu.

Lantas, hal apa saja sih yang dapat dilakukan oleh seorang retailer?

Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya di awal postingan, tepatnya pada poin Retail is Detail, dimana seorang retailer itu memiliki kemampuan, pengetahuan dan pengalaman yang mendalam dalam hal menjual produk kepada konsumen akhir. Retail bisa mencipatakan nilai lebih atas produk (barang dan jasa).

Gambaran umumnya begini, bayangkan saja setiap hari kamu ingin menikmati secangkir kopi racikan sendiri untuk menemani pagi. Tentunya kamu harus membeli bahan-bahan seperti kopi bubuk, gula, dan juga krimer.

Bayangkan juga jika tidak ada retailer (atau warung eceran), tentunya kamu harus pergi langsung ke pabrik atau toko utama (produsen) untuk membeli tiga bahan tersebut.

Bayangkan juga akan ada berapa banyak toko atau outlet yang akan dibanun oleh 1 produsen untuk memasarkan 1 jenis produknya?

Nah, sedangkan perusahaan ritel ini bisa menyediakan 10.000 hingga 40.000 jenis barang dari ratusan produsen sekaligus, mulai dari jenisnya, merk, ukuran, beratnya, dan juga harga.

Sampai di sini, kita sepakat ya untuk mendefinisikan retailer sebagai penjual eceran?

Bisnis ritel adalah salah satu kegiatan usaha yang melibatkan penjualan produk secara langsung kepada pembeli atau konsumen akhir.

Seiring berkembangnya jaman dan teknologi yang semakin canggih, kini bisnis ritel di Indonesia sendiri telah berhasil bertransformasi dari yang asalnya tradisional menjadi kelas modern.

Perkembangan usaha ritel modern di Indonesia pun kini sudah semakin membludak, bahkan sudah hampir memenuhi daerah-daerah kecil sekalipun.

Hal ini bisa kita lihat dari membludaknya toko dan outlet retailer yang membuka cabang dimana-mana, bahkan sampai masuk ke desa-desa dan kampung-kampung.

Ciri – Ciri Perusahaan Retailer

Untuk mengetahui ritel lebih dalam lagi, berikut ini kami akan merangkum beberapa kategori perusahaan retail berdasarkan ciri-ciri khas tertentu, diantaranya:

Discount Stores

Discount store adalah sebuah toko atau outlet pengecer yang menjual berbagai jenis barang dengan banderol harga yang sangat murah dan terjangkau sekali, namun layanan yang diberikan sangat minim sekali.

Speciality Stores

Specialty store adalah toko atau outlet eceran yang menjual barang/jasa dengan jenis produk tertentu saja yang sifatnya spesifik (niche).

Departement stores

Kalau Departement store adalah toko eceran yang menjual beragam jenis produk dengan skala yang sangat besar, yang mana manajemen pengelolaannya dibagi-bagi menjadi beberapa departemen yang menjual produk bermacam-macam.

Convenience stores

Convenience store adalah toko ritel yang menjual barang atau jasa terbatas, biasanya tempat yang dissediakan sangat nyaman sekali dan memiliki jam buka toko yang lumayan panjang.

Catalog stores

Catalog store adalah salah satu jenis toko ritel yang paling banyak sekali memberikan informasi produk-produknya melalui media katalog yang mana informasi tersebut di share kepada calon konsumen potensial.

Chain stores

Corporate chain store adalah sebuah toko retailer yang mempunyai lebih dari satu toko/gerai/outlet, namun dimiliki oleh satu perusahaan yang sama.

Supermarket

Sedangkan supermarket adalah toko eceran yang menyediakan berbagai jenis produk makanan dan juga non-makanan dengan sistem si konsumen melayani dirinya sendiri (toko swalayan).

Hypermarkets

Hypermarket adalah salah satu toko retailer yang menyediakan dan menjual berbagai jenis dan merk barang dengan jumlah yang sangat besar, bahkan bisa mencapai/atau melebihi 50.000 item

Oiya, hipermarkets ini tidak lain adalah gabungan dari retailer toko diskon dengan pihak hipermarket tersebut.

Minimarket

Minimarket adalah toko ritel semacam warung sembaki, toko kelontong, atau sejenisnya yang menjual aneka ragam barang, makanan, dan juga minuman.

Minimarket juga menerapkan sistem swalayan, ya meskipun tidak selengkap seperti supermarket atau hipermarket, hehe.

Perbedaan Retailer dengan Wholesale (Grosir)

Jika kita terjemahkan menjadi bahasa yang sederhana, pengertian retail buat kamu adalah sebuah aktivitas atau kegiatan usaha yang menjual beragam produk (barang/jasa) secara langsung kepada konsumen akhir, intinya retail adalah pengecer.

Sedangkan wholesale atau grosir adalah menjual produk (barang atau jasa) dengan jumlah atau skala yang besar, yang nantinya produk itu akan dijual kembali kepada konsumen, baik secara langsung atau ke retailer.

Catatan tambahan: Definisi retail itu bisa memiliki 2 artian yang berbeda, yakni ritel sebagai penjual langsung Business to Business (B2B) ataupun Business to Customer (B2C) ataupun retail yang hanya fokus sebagai pengecer yang melayani end user.

Proses Penjualan Produk Retailer (Eceran)

Umumnya ada 2 (dua) metode yang digunakan untuk sistem penjualan, yakni:

  1. Inside alias retail inside selling;
  2. Outside alias specialty outside selling.

Perbedaan paling mendasar dari keduanya terletak pada retail selling konsumen yang potensial atau bisa dikatakan memiliki minat untuk berbelanja barang yang dibutuhkannya dengan cara datang langsung ke toko.

Konsumen yang datang secara langsung ke toko, biasanya sudah mempunyai rencanan atau keinginan tersendiri untuk membeli suatu barang, dan di toko tersebut konsumen tersebut akan dibantu atau dilayani oleh Sales person (pelayan toko), sehingga konsumen bisa merasa sangat nyaman ketika berbelanja.

Oiya, ada 7 (tujuh) standar proses atau tahapan penjualan yang dilakukan oleh seorang retailer, yaitu:

  1. Approaching and greeting the customer (mendekati serta menyapa calon konsumen).
  2. Determining the needs and wants of the customer (menentukan keinginan atau produk yang dibutuhkan konsumen).
  3. Showing recommended merchandise (memberikan rekomendasi barang-barang yang dijual kepada calon konsumen).
  4. Handling objections (memberikan penanganan jika saja terjadi keberatan bagi konsumen, misalnya soal harga, situasi toko, produk, atau tidak tertarik atau tidak membutuhkan produk yang dijual retailer).
  5. Closing the sale (menyelesaikan sebuah penjualan, dengan sesegera mungkin untuk meyakinkan calon konsumen untuk membeli barang yang diminatinya).
  6. Suggesting further purchases (menyarankan kepada konsumen untuk datang kembali ke toko dilain waktu).
  7. Following up (tindak lanjut).

25+ Contoh Perusahaan Ritel (Retailer) di Indonesia

Berikut di bawah ini adalah beberapa contoh retailer di ada Indonesia, antara lain ialah :

  1. Matahari Departement Store yang merupakan sebuah jaringan toserba yang menjual beragam baju, bahan, dan pakaian lainnya.Matahari ini termasuk salah satu perusahaan ritel yang paling terkenal di Indonesia, dan sekarang ini sudah ada sekitar 80 jaringan yang tersebar di penjuru Indonesia.Bukan hanya pakaian saja, namun Matahari juga menjual produk kecantikan (kosmetik), sepatu, sandal, sabun, alat-alat rumah tangga, makanan, minuman, dan yang lainnya.
  2. Hypermart adalah sebuah perusahaan ritel yang berjenis hypermarkets milik Matahari Group (pemilik matahari departemen store). Saat ini, Hypermart sudah mempunyai 38 cabang yang tersebar di kota-kota besar di Indonesia.
  3. Foodmart Supermarket yang tidak lain adalah transformasi dari konsep Matahari.
  4. FoodMart Express, perusahaan ritel dengan jenis Convenience Store.
  5. TimeZone: sebuah tempat hiburan yang berisi game atau permainan tertentu.
  6. Boston Drugs Store yang merupakan toko retail yang menjual berbagai jenis obat-obatan.
  7. Carrefour adalah hypermarkets yang berasal dari negara Perancis. Perusahaan ini pertama kali hadir di Indonesia pada bulan Oktober tahun 1998 yang terletak di Cempaka Putih (Jakarta).Perkembangan Carrefour sangat pesat sekali, buktinya sekarang sudah memiliki 66 gerai hypermarket dan ada sekitar 15 supermarket.
  8. Carrefour Express sebagai ritel berjenis Convenience Store.
  9. Times Books Store yang menjual beraneka ragam jenis buku.
  10. Tiptop Supermarket.
  11. Indomaret yang merupakan jaringan perusahaan ritel waralaba di Indonesia. Merk dagang Indomaret ini dipegang secara penuh oleh PT. Indomarco Prismatama.
  12. Griya Supermarket.
  13. Alfamart adalah perusahaan retail yang bergerak dibidang bisnis waralaba swalayan yang menyediakan dan menjual produk kebutuhan  sehari – hari.
  14. Yogya Supermarket.
  15. Circle K yang merupakan minimarket dengan jam operasional 24 jam penuh (nonstop). Hal inilah yang mampu membuat minimarket ini sangat populer sekali di Indonesia.
  16. Starmart Minimarket (Conveinence Store).
  17. Alfamidi (PT. Midi Utama Indonesia) yang merupakan toko ritel hampir mirip dengan minimarket, hanya saja ukuran toko Alfamidi ini lebih besar dan barang yang dijual juga lebih banyak ketimbang minmarket biasanya.
  18. Giant Hypermarket.
  19. Ceriamart Minimarket.
  20. Electronic City yang notabenya sebagai toko yang menyediakan berbagai jenis alat-alat elektronik.
  21. Hero Supermarket.
  22. Super Home adalah toko retail yang menjual berbagai jenis perkakas rumah tangga, alat-alat dapur dan juga peralatan bangunan (material).
  23. Guardian Drug Store.
  24. Gramedia Books Store.
  25. Ramayana Supermarket.
  26. Gunung Agung Books Store
  27. Sport Station yang merupakan toko retailer yang menjual beragam jenis peralatan olahraga, seperti sepatu, kaos kaki, jersey, kaos dan lain-lain.).
  28. Super Indo Swalayan.
  29. Warehouse sebagai toko ritel yang menyediakan sepatu, pakaian dan berbagai macam peralatan olahraga yang lainnya.

Demikianlah pembahasan mengenai definisi dan pengertian retail atau retailer, gambaran umum, jenis, dan juga beberapa contoh perusahaan ritel yang ada di Indonesia.

Semoga artikel ini bisa bermanfaat buat kamu yang ingin menambah pengetahuan di bidang marketing atau butuh referensi untuk materi PBR (Pembelajaran Berbasis Riset).

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *