Pengertian Segmenting Targeting Positioning Dalam Dunia Marketing

  • 7 min read
  • Okt 19, 2020
segmenting targeting positioning

Segmenting Targeting Positioning merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah konsep marketing strategy (strategi pemasaran) hingga saat ini. Konsep yang satu ini lebih condong ke bagaimana kita (sebagai seorang marketing) mampu memetakan siapa saja yang nantinya akan menjadi sasaran atau target pasar produk kita.

Segmenting, Targeting dan Positioning (kepanjangan dari: STP)  adalah satu strategi pemasaran yang berisi tentang serangkaian tujuan, sasaran dan kebijakan-kebijakan, dan juga aturan-aturan yang akan memberikan sebuah arah kepada usaha-usaha perusahaan dari waktu ke waktu, tingkatan pemasaran, dan juga alokasinya, sebagai tanggapan dari pihak perusahaan dalam menghadapi situasi lingkungan  dan juga keadaan persaingan pasar yang selalu berubah setiap waktunya.

Jika diterjemahkan, marketing mix yang satu ini adalah sebuah rangkaian tujuan, sasaran, aturan dan juga kebijakan yang akan memberikan sebuah arah atas usaha-usaha pemasaran perusahaan dari satu waktu ke waktu yang lain di masing-masing tingkatan dan juga acuan serta alokasinya.

Segmenting

Segmenting adalah sebuah proses bagi-membagi pasar yang awal mulanya memiliki perilaku heterogen menjadi beberapa kelompok atau bagian pasar yang saat ini perilakunya bersifat seragam.

Dalam artian lain, segmentasi pasar adalah pengelompokkan bagian pasar yang memiliki perilaku sama dari semua pasar yang berbeda-beda.

Secara garis besar, tujuan utama dari segmenting adalah untuk mendapatkan bagian atau jatah pasar yang memang memiliki sebuah karakter atau perilaku yang lebih beragam.

Berikut ini ada beberapa pembagian dari segmentasi pasar secara umum, diantaranya:

Geografis

Geografis ini bisa mencakup tentang wilayah, daerah, pemukiman, perkotaan, pedesaan, perkampungan, dan yang lainnya.

Pasar sendiri bisa kamu bedakan berdasarkan batas-batas wilayah ataupun daerah, misalnya pasar untuk daerah bagian utara, selatan, timur dan barat.

Demografis

Demografis ini bisa mencakup umur atau usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, dan lain sebagainya.

Pasar juga bisa kamu kelompokkan berdasarkan usia, misalnya perlakuan kamu terhadap pasar yang targetnya anak-anak itu harus berbeda dengan pasar dewasa.

Atau misal jenis kelamin, perilaku dan cara promosi untuk wanita/perempuan itu juga berbeda dengan pria alias laki-laki, dan begitupun semuanya.

Psikografis

Psikografis adalah sebuah identifikasi mengenai sikap dan kepribadian yang akan memengaruhi gaya hidup (lifestyle) seseorang dan juga perilaku atau cara pembeliannya.

Psikografis titik data bisa mencakup sikap, pendapat, dan juga keyakinan mengenai beragam aspek yang ada kaitannya dengan gaya hidup dan juga perilaku pembelian.

Kebiasaan

Terakhir, pasar juga bisa dibedakan berdasarkan dari kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan oleh konsumen, baik kebiasaan membeli atau mengonsumsi dan yang lainnya.

Sedangkan pembagian segmentasi untuk tipe pasar industri, terbagi menjadi beberapa kelompok, yakni:

  1. Geografis yang mencakup wilayah, daerah, sentral perdagangan dan juga kawasan industri.
  2. Demografis yang mencakup jenis industri, kapasitas alias luasnya produksi).
  3. Variabel operasional yang mencakup tingkatan teknologi, pola pembeli/konsumen, tingkat kapabilitas dan juga kebutuhan atau keinginan konsumen.
  4. Pendekatan pembelian yang terdiri dari tingkat wewenang pada pembeli, struktur atau kebijakan, dan juga kriteria pembelian.
  5. Karakteristik personal yang terdiri dari kesamaan antara penjual & pembeli, bagaimana menyikapi resiko, dan juga loyalitas terhadap pemasokan produk.
  6. Faktor Situasional yang mencakup kepentingan, tingkat penggunaan, dan juga tingkatan marketing (pemasaran).

Oiya, buat kamu yang belum tahu proses atau tahapan dari segmentasi pasar (segmenting), berikut alur prosesnya:

  1. Mengidentifikasikan bagian segmentasi pasar.
  2. Mengumpulkan semua data-data informasi pasar.
  3. Mengembangkan komposisi pada profil segmen, yang mencakup:
    • Penetapan konsekuensi marketing (pemasaran.
    • Estimasi dari masing-masing potensi yang ada di segmen pasar.
    • Mengkaji ulang atau menganalisis peluang pasar.
    • Penetapan terhadap rencanan penguasaan segmen pasar.

Mengapa segmentasi atau segmenting, targeting & positioning itu penting bagi perusahaan? Karena…..

Dengan segmenting ini, perusahaan bisa lebih baik lagi dalam memahami segala situasi dan perilaku segmen pasar.

Jadi, semua program pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan bisa menjadi lebih terarah menyesuaikan terhadap perilaku, kebutuhan dan juga keinginanan dari masing-masing segmen pasar.

Jika pasar memiliki jangkauan yang sangat luas dan memiliki perilaku yang sangat beragam, maka perusahaan bisa memilih satu segmen pasar saja.

Sehingga kapasitas pasar bisa lebih sesuai dengan luas segmen pasar yang sudah terbentuk sebelumnya.

Targeting

Targeting adalah salah satu strategi dalam mengalokasikan sumber daya perusahaan secara efektik dan efisien. 

Setidaknya ada 3 (tiga) kriteria dalam melakukan evaluasi atau menentukan segmen pasar yang akan ditargetkan oleh perusahaan, diantaranya:

  1. Memastikan terlebih dahulu kalau segmen pasar yang akan dipilih perusahaan itu cukup besar dan diperkirakan akan menguntungkan untuk perusahaan.
  2. Strategi targeting pemasaran juga harus didasarkan terhadap keunggulan-keunggulan dari perusahaan yang menjadi kompetitor (pesaing). Keunggulan kompetitif adalah sebuah cara untuk mengukur apakah perusahaan kamu akan mempunyai kekuatan untuk mendominasi segmen pasar tersebut atau tidak.
  3. Segmen pasar yang ditarget tentunya harus berdasarkan pada situasi persaingan yang sifatnya bisa langsung memengaruhi daya tarik calon konsumen di target segmen tersebut.

Dalam menyeleksi dan menganalisis pasar yang akan menjadi target sasaran perusahaan, biasanya ada 3 (tiga) strategi marketing yang paling umum, diantaranya:

Mass-Market Strategy

Mass-Market Strategy adalah sebuah strategi dalam penetapan sasaran pangsa pasar yang sama.

Pasar bisnis itu menggunakan 2 (dua) cara dalam memasuki pasar yang sama, yakni:

#1. Tidak memperhatikan perbedaan antara masing-masing segmen pasar yang ada, melakukan desain produk tunggal, lalu kemudian menetapkan sebuah program marketing yang mana akan melayani semua kelompok pasar atau dalam dunia pemasaran istilah ini dikenal dengan sebutan undifferentiated marketing.

Strategi pemasaran masal ini tentunya membutuhkan sumber daya perusahaan dan juga kemampuan dalam melakuka produksi produk dengan skala besar, dan juga kemampuan pemasaran yang baik untuk produk masal atau massa.

#2. Cara memasuki pasar yang kedua, biasanya pihak perusahaan akan menggunakan strategi pemasaran masal (massa) dengan cara membagikan beberapa produk dan program marketing untuk segmen pasar yang beragam, atau biasa dikenal dengan istilah differentiated marketing.

Niche-Market Strategy

Niche marketing strategiy atau strategi penetapan ceruk pasar ini dapat dilakukan dengan cara menargetkan upaya-upaya pemasaran dalam satu segmen atau bahkan lebih.

Tujuan utama dari strategi yang satu ini adalah menghindari kompetitor atau pesaing langsung yang ada dalam lingkaran segmen pasar yang luas dan besar.

Sebagai contohnya adalah mendirikan sebuah supermarket atau minimarket dengan skala yang kecil di wilayag atau daerah perumahan/kompeks penduduk.

Growth-Market Strategy

Growth market strategy (strategi pertumbuhan pasar) atau Concentrated marketing (penetapan sasaran yang terkonsentrasi) ini biasanya diterapkan oleh perusahaan kecil atau usaha micro kecil menengah (UMKM) guna menghindari konfrontasi yang terjadi secara langsung dengan perusahaan raksasa.

Perlu diketahui, untuk menerapkan strategi yang satu ini tentunya perusahaan membutuhkan departemen riset dan juga seorang pengembang yang memang handal, serta kemampuan pemasaran dalam mengidentifikasi dan kemampuan dalam memperkenalkan keistimewaan atau keunggulan (kelebihan) dari produk baru tersebut kepada target atau sasaran pasar tujuan.

Dalam upaya menetapkan target market (targeting) biasa mempertimbangkan beberapa pola di bawah ini, berikut penjelasannya:

1. Diferensiasi segmen

Bidang usaha yang membedakan segmen pasar, yang mengharuskan perusahaan untuk menciptakan produk yang berbeda untuk setiap segmen yang berbeda juga.

Intinya produk yang ditawarkan harus menyesuaikan dengan kebutuhan atau keinginan dari setiap segmen pasar dan juga bisa memberikan beragam varian dari produk yang akan ditawarkan.

2. Undiferensiasi segmen

Adalah bidang usaha yang dikelola perusahaan itu tidak membedakan segmen pasar.

3. Consentrate marketing

Pemasaran konsentrasi adalah dimana perusahaan harus tetap konsisten untuk konsentrasi melayani segala kebutuhan dan keinginan bagi kelompok tertentu saja.

Pasalnya, tidak semua orang dapat menikmati, mengkonsumsi, menginginkan, atau membutuhan produk yang tersedia.

4. Market coverage strategy

Sedangkan market coverage strategy adalah sebuah strategi pertumbuhan pasar yang bisa dilakuka dengan memanfaatkan sistem membership dan produk-produk tidak bisa dijual secara bebas (hanya di outlet atau toko sendiri saja), sehingga bisa memudahkan, baik produsen ataupun konsumen.

Positioning

Positioning adalah sebuah tindakan atau langkah yang diambil oleh produsen untuk menciptakan desain citra perusahaan dan juga nilai-nilai dimana konsumen didalam sebuah segmen pasar tertentu dapat mengerti ataupun menghargai hal apa saja yang dilakukan oleh perusahaan dibanding pesaingnya.

Positioning merupakan salah satu strategi paling berpengaruh dalam program pemasaran yang tujuannya adalah menciptakan sebuah differents (perbedaan), benefit (manfaat), dan juga advantages (keuntungan).

Dan positioning adalah suatu strategi dalam kegiatan pemasaran yang bertujuan untuk menciptakan perbedaan (differents), keuntungan (advantages), manfaat (benefit).

Lantas, hal apa saja yang bisa menentukan positioning? Berikut rangkuman beserta penjelasannya:

Customer

Melakukan pengkajian terhadap konsumen alias customer merupakan salah satu hal yang bisa menentukan positioning.

Dalam hal ini positioning diharuskan untuk mendeskripsikan value bagi customer, sebab positioning ini mendeskripsikan value yang sangat unggul.

Bukan hanya itu saja, positioning juga merupakan salah satu faktor penentu yang sangat penting sekali bagi konsumen disaat mereka memutuskan untuk membeli produk.

Company

Kedua yaitu dengan kajian-kajian terhadap kapabilitas company alias perusahaan.

Dalam hal ini positioning harus benar-benar mencerminkan keunggulan dan kekuatan kompetitif perusahaan untuk memenangkan persaingan di segmen pasar, misalnya dengan menentukan lokasi toko yang strategis.

Competitor

Didasari atas beberapa kajian terhadap kompetitor (pesaing atau saingan). Jadi, di sini konsep positioning harus benar-benar unik dan menarik, sehingga perusahaan kamu bisa dengan mudah untuk mendiferensiasikan diri dari para pesaing.

Butuh kata-kata buat jualan? Yuk baca kata kata promosi makanan atau contoh kalimat menawarkan produk.

Change

Melakukan pengkajian terhadap beberapa perubahan yang terjadi di lingkungan bisnis juga akan menentukan positioning.

Beberapa ahli dibidang pemasaran dan bisnis mengatakan kalau positioning ini harus dilakukan secara berkelanjutan, serta relevan dengan berbagai macam perubahan (change) yang terjadi di lingkungan bisnis.

Berikut ini ada beberapa landasan atau basis dalam penentuan positioning, diantaranya:

  1. Proposisi nilai dan juga manfaat yang bisa diberikan perusahaan kepada customer.
  2. Pencapaian apa saja yang sudah didapatkan oleh perusahaan.
  3. Segmen pasar dan juga pelanggan (customer) yang ditarget.
  4. Variabel atau atribut yang menjadi salah satu keunggulan produk (barang/jasa) dan merk dagang perusahaan.
  5. Bisnis atau usaha baru yang digarap.
  6. Originalitas dan posisi sebagai perusahaan/merk baru di market alias pasar.

Sedangkan dalam mempresentasikan atau mengkomunikasikan positioning sebuah produk yang dijual/ditawarkan perusahaan, maka harus memperhatikan beberapa faktor penting berikut ini:

#1. Be creative, yakni perusahaan harus benar-benar kreatif dan inovatif dalam menciptakan ataupun menawarkan produk agar bisa menarik perhatian calon pembeli (konsumen) atau target pasar.

#2. Simplicity, cara penyampaian atau komunikasi kepada calon pembeli harus disampainkan dengan sejelas-jelasnya, namun menggunakan bahasa yang sederhana.

#3. Consistent yet flexible, yaitu perusahaan harus konsisten dan melihat semua kondisi yang terjadi di lapangan.

#4. Own, dominate, and protect

Maksudnya adalah saat pihak perusahaan sedang mengkomunikasikan positioning kepada calon pelanggan, alangkah baiknya untuk memasukkan beberapa kata-kata promosi yang sangat ampuh dan bisa diingat oleh calon konsumen.

#5. User their language

Pada saat memprsentasikan atau sosialisasi terkait positioning, perusahaan dituntut untuk menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh warga masyarakat (target).

Apakah Segmenting, Targeting, dan Positioning Itu Penting Bagi Perusahaan?

Masing-masing perusahaan (corporate) menyadari kalau perusahaannya tidak bisa memenuhi semua kebutuhan calon pembelinya di pasar, alias tidak semua produknya diinginkan oleh calon pembeli di pasaran.

Jika pembeli (konsumen) yang terlalu banyak, jangkauan sudah sangat luas dan mempunyai kebutuhan atau keinginan dan juga praktek cara pembelian yang berbeda-beda.

Maka pihak perusahaan harus melakukan identifikasi pada bagian pasar yang bisa dilayaninya dengan baik agar bisa menguntungkan untuk perusahaan itu sendiri.

Perusahaan tentunya harus menyusun rencana strategi pemasaran yang akan menggerakkan konsumen dan juga untuk membangun hubungan yang harmonis, benar dan tepat bagi pelanggan.

Ada banyak sekali strategi yang bisa digunakan sebenarnya, misalnya marketing mix 4p, promotion mix, namun yang paling dominan adalah strategi pemasaran yang bernama segmentingtargeting, dan juga positioning.

Untuk memenangkan sebuah persaingan kompetitor itu tidak hanya sebatas menyusun sebuah marketing mix (bauran pemasaran) saja sebagai taktik utamanya.

Selain itu, perusahaan juga harus menyusun bagaimana cara menentukan segmen dimana pangsa pasar tersebut berada.

Melakukan identifikasi kepada konsumen ke dalam sebuah segmen-segmen tertentu, dan juga mengidentifikasikan target apa saja yang sudah tercapai dan juga positioningnya.

Strategi yang satu ini juga berfungsi untuk mencari (searching) dan juga untuk menciptakan suatu kondisi yang ideal untuk melakukan sebuah pemasaran.

Menurut beberapa sudut pandang perusahaan, strategi segmenting, targeting, dan juga positioning ini sangat berpengaruh besar sekali dalam hal memengaruhi keputusan pembelian dari calon konsumen.

Sedangkan jika ditela’ah dari sudut pandang beberapa pembeli atau konsumen, hal ini dimaksudkan untuk memberikan sebuah manfaat lebih bagi si pembeli tersebut.

Oleh karena itu, sebenarnya harus ada penyesuaian diantara program kegiatan marketing dengan hal apa saja yang dirasakan oleh para konsumen sebagai bentuk harapan bagi mereka.

Marketing strategy yang terbilang baru ini akan berjalan dan berhasil sesuai keinginan kamu, jika saja produk yang kamu pasarkan sudah sesuai dengan konsep strategi pemasaran yang modern.

Strategi pemasaran ini menyatakan bahwa tingkat kepuasan atas kebutuhan dan keinginan konsumen adalah salah satu syarat ekonomi dan juga sosial untuk kelangsungan hidup perusahaan terkait.

Post Terkait :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *